Postingan

Terjebak di Kepala Sendiri, Cerita Pengalaman Berdamai dengan Overthinking

Gambar
Ketika Pikiran Berjalan Lebih Cepat dari Waktu, Catatan Sederhana Keluar dari Labirin Overthinking  Menjadi orang yang overthinking sesungguhnya sangat melelahkan. Mudah sekali berkata pada orang lain agar jangan overthinking, namun jika itu terjadi pada diri sendiri, rasanya begitu sulit untuk menenangkan apa yang berkecamuk di dalam kepala.  Pernah enggak sih, teman-teman merasakan hal yang sama?  Dua kejadian sederhana ini sempat membuatku terjebak dalam pusaran pikiran dalam satu hari yang sama:                                                 Kejadian Pertama :  Panik di Pagi Hari Pagi hari sebelum Ibadah Kaum Perempuan minggu lalu (19 September 2026), tiba-tiba masuk pesan di WhatsApp Grup Pengurus. Isinya menginfokan bahwa salah satu petugas berhalangan hadir dan tidak menginformasikan siapa penggantinya.  Seketika kepala langsu...

Menjadi Wanita Cakap

Gambar
  Cakap, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) : cakap 1 /ca·kap/   a   1   kl  sanggup melakukan sesuatu; mampu; dapat: --  engkau membunuh hulubalang itu? ;  patik tiada -- bercerai dengan dia ;  2  pandai; mahir:  anak itu belum -- mengerjakan hitungan perkalian;   3  mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu:  ia diberhentikan dari jabatannya karena tidak --;   4  bagus rupanya; cantik; rupawan:  gadis itu modern lagi --;   5  bagus; elok (potongan atau halus bahannya tentang pakaian dan sebagainya):  alangkah -- nya baju itu;   6  patut; serasi:  ia pantas dan -- benar memakai baju itu;   7   Mk  tangkas; cekatan (tidak lamban):  tampaknya ia -- bekerja; Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa cakap adalah kesanggupan untuk melakukan sesuatu dengan baik, atau memiliki kemampuan, tangkas, dan cekatan. Kecakapan seseorang akan...

Cinta Yang Terluka

Seorang gadis kecil, Melati, duduk di ruang tamu rumahnya dengan kaki terjuntai. Ia melirik ke arah jalan raya di depan rumahnya. Ia turun dari kursinya dan berlari keluar dengan kaki kecilnya dan berharap orang yang dinantinya muncul. Belum muncul. Melati masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Hampir satu jam ia menanti, tetapi belum tiba juga orang yang dinantinya. Bi Inem, pengasuhnya, berulang kali menyuruhnya makan, tetapi tidak digubrisnya. Pukul 18:00, terdengar suara, “Tiiinn … tiiiinnnnn!!!” Melati kecil kegirangan dan melompat sambil menari-nari. Ia berseru, “Mama pulang….papa pulang.!!” Ia menghamburkan diri ke arah dua orang yang sangat dicintainya, tetapi kedua orang yang dinantinya itu terlalu sibuk dengan dirinya sendiri. Papanya langsung menuju kamar mandi dan mamanya menghembaskan dirinya di sofa melepas penat seharian untuk mencari nafkah. Melati kecil belum mengerti banyak tentang situasi dan kondisinya. Ia menghampiri mamanya dengan penuh kerin...

Lebih Dari Cukup

Gambar
  Tulisan ini tadinya akan di posting saat Minggu Tema Periode Januari 2022, “CUKUP” . . K eriweuhan awal tahun, ditambah berpulangnya papa, jadi baru sekarang akan di-posting, dengan penambahan diakhir jalan cerita tentunya. Selamat Membaca Temans Sekalian …   Waktu keluarga kami masih lengkap, belum ada yang merantau karena tugas pelayanan, belum ada yang menikah, belum ada yang pergi berpulang meninggalkan kami, moment Natal & Tahun Baru adalah hal yang istimewa, selain moment ulang tahun setiap kami tentunya ..   moment kumpul keluarga, moment belanja baju baru, dan moment menunggu kedatangan om dan tante untuk bagi2 amplop .. Dasar bocahhhh yahhh … Dan sudah menjadi kebiasaan juga, setiap tanggal 1 Desember, Pohon Natal harus sudah terpasang, mulai merapih2kan rumah, mengganti taplak2 meja dengan thema Natal, mengganti hordyn, memasang dekorasi Natal di beberapa sudut ruangan rumah “supaya moment natal lebih terasa” , begitu selalu yang dikatakan mama....

There Are No Goodbyes

Gambar
Amsal 19:21 Banyaklah Rancangan Di Hati Manusia, Tetapi Keputusan Tuhanlah Yang Terlaksana.   Benar sekali apa yang dikatakan Nabi Sulaiman dalam Kitab Amsal diatas .. Saat hati dan pikiran ini merancangkan segala sesuatu .. mau ini, mau itu, nanti harus begini, harus begitu, dan yang terjadi tidak sesuai rancangan / harapan, karena   bukan keputusan Tuhan, manusiawi kah jika kemudian bertanya “KENAPA TUHAN ??” Bukankah setiap rencana yang disusun / dibuat selalu memohon campur tangan Tuhan agar diberkati dan dijadikan berhasil, dan semuanya adalah hal-hal baik ?   Pertanyaan “KENAPA” ini juga masih kerap terngiang-ngiang dalam batin pasca berpulangnya papa terkasih pada hari Jumat, 14 Januari 2022 yang lalu. Tuhan kan tahu kami sudah merencanakan akan mengajak Papa acara Paskah Basudara bulan April 2022 yang akan datang, tapi kenapa Tuhan malah panggil papa berpulang ? Semangat sembuh yang papa perlihatkan kepada kami sungguh2 membuat kami bersemangat juga...

Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan

Gambar
  Malam Natal tahun ini kami rayakan dengan berkumpul dan berdoa bersama di rumah, di kamar papa tepatnya .. Iya ... Sejak papa terkena stroke bulan Juli lalu, sampai saat ini beliau hanya ingin dibaringkan ditempat tidur, (Tempat tidur khusus seperti di rumah sakit). Ada kalanya beliau minta untuk didudukkan di kursi roda, namun hanya bertahan 5 – 10 menit, untuk kemudian minta dibaringkan kembali ke tempat tidur. Mungkin karena luka yang ada disekitar bokong beliau membuat duduk menjadi tidak nyaman, dan juga luka di tumit yang membuat beliau kesakitan untuk menapakkan kakinya. So, hari-hari papa banyak dihabiskan dikamar dengan nonton televisi atau mendengarkan lagu-lagu rohani yang biasa kami putarkan, disela-sela pengobatan / terapi yang dilakukan.   Ibadah singkat Malam Natal Keluarga dipimpin kakakku nomor 3 yang kebetulan berprofesi sebagai Pendeta, dan dilanjutkan dengan membaca Pesan Natal 2021 Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Walige...

Give Thanks With A Grateful Heart

Gambar
Saat pagi hendak berangkat ke kantor hari Rabu minggu lalu, rasanya ada sesuatu yang mengusik batin .. entah apa, tapi feelingnya ada sesuatu .. Sementara membuka pagar depan rumah, tiba-tiba muncul seorang ibu yang biasa menjajakan kerupuk Palembang dan rempeyek di kompleks tempat aku tinggal. waduhhh.. bagaimana ini ?? Kalau tidak sedang terburu-buru, aku pasti meladeni,  Namun karena aku sedang terburu-buru, maka dengan sopan aku bilang, “maaf yah bu, lain kali aja”, sambil menutup pagar dan berjalan ke arah gerbang kompleks. Dilalahhh Ibu penjual camilan ini terus mengikuti dibelakangku sambil terus berkata, “beli dong mba, 1 aja ga apa-apa”. Dan aku masih keukeuh bilang maap dan lain kali aja. Tiba-tiba Ibu ini memegang tanganku dan berkata, “mba tahu ga rumah2 liar yang dibelakang kantor walikota jakarta timur kemarin dibongkar bulldozer, dan salah satunya adalah kontrakan tempat saya tinggal. Saya udah dapat kontrakan lain harganya Rp. 300,000,- / bulan, tapi uan...

… inhale .. exhale …

Gambar
  SEHAT SELALU YA SIS .. Tepat satu bulan yang lalu, aku merasa badanku meriang, bersin2 dan hidung meler. Keadaan yang rasanya pernah dialami oleh hampir seluruh manusia. Padahal hari2 sebelumnya ga kenapa-napa .. baik-baik saja, makan dengan nutrisi yang cukup, minum vitamin, yoga seminggu sekali, jalan pagi rutin, juga hirup udara segar / berjemur, eh kok bisa bisanya meriang yah ?? Mencoba untuk tetap tenang, mengingat kejadian hari2 sebelumnya sambil menikmati  meriang dan bersin2nya .. Malam harinya diniatkan untuk tidur lebih awal, minta tolong keponakan untuk membalurkan punggung dengan minyak kayuputih, dan berlatih napas 478 kurang lebih 4 menit. Puji Tuhan, pagi2 bangun luar biasa bugarnya .. tidak lagi meriang dan bersin2 .. Stretching ringan di tempat tidur, kembali latihan napas 478 sejenak, lalu lanjut menyiapkan sarapan pagi untuk papa, kemudian bersiap ke kantor.   Bicara tentang sehat bagi kebanyakan orang, umumnya hanya dilihat dari olah...

Pilihlah Kehidupan Supaya Engkau Hidup, Baik Engkau Maupun Keturunanmu (Ul. 30 : 19B)

Gambar
  Pada kelas Indonesia Bernapas hari minggu yang lalu, ada seorang wanita muda (Mia) yang bertanya, “bagaimana caranya menghadapi kendala komunikasi yang kurang baik dengan orangtua (Ibunda) ?” . Lebih lanjut Mia bercerita bahwa ia pernah mengikuti kelas Self-Healing dari seorang praktisi, dan ia ingin ikut sekali lagi dengan mengajak ibunda terkasih dengan tujuan sama-sama bisa memperbaiki kembali hubungan antar mereka serta menyembuhkan trauma-trauma / luka batin masa lalu yang disebabkan oleh perkataan-perkataan buruk / kasar ibunda kepada dirinya. Sang Ibunda berusia 77 tahun, dan bulan Mei 2021 yang lalu baru menyelesaikan tahapan kemoterapi (8X) untuk kanker payudara. Sejak ayahanda meninggal tahun 2018, ibunda hijrah dari Bangka Belitung untuk tinggal bersama Mia. Sejak dulu komunikasi yang terjalin dengan ibunda kerap kali berakhir dengan pertengkaran / cekcok mulut karena sama2 mempertahankan pendapatnya masing-masing, dan merembet ke hal2 masa lalu.   Penjelasa...