Postingan

Give Thanks With A Grateful Heart

Gambar
Saat pagi hendak berangkat ke kantor hari Rabu minggu lalu, rasanya ada sesuatu yang mengusik batin .. entah apa, tapi feelingnya ada sesuatu .. Sementara membuka pagar depan rumah, tiba-tiba muncul seorang ibu yang biasa menjajakan kerupuk Palembang dan rempeyek di kompleks tempat aku tinggal. waduhhh.. bagaimana ini ?? Kalau tidak sedang terburu-buru, aku pasti meladeni,  Namun karena aku sedang terburu-buru, maka dengan sopan aku bilang, “maaf yah bu, lain kali aja”, sambil menutup pagar dan berjalan ke arah gerbang kompleks. Dilalahhh Ibu penjual camilan ini terus mengikuti dibelakangku sambil terus berkata, “beli dong mba, 1 aja ga apa-apa”. Dan aku masih keukeuh bilang maap dan lain kali aja. Tiba-tiba Ibu ini memegang tanganku dan berkata, “mba tahu ga rumah2 liar yang dibelakang kantor walikota jakarta timur kemarin dibongkar bulldozer, dan salah satunya adalah kontrakan tempat saya tinggal. Saya udah dapat kontrakan lain harganya Rp. 300,000,- / bulan, tapi uan...

… inhale .. exhale …

Gambar
  SEHAT SELALU YA SIS .. Tepat satu bulan yang lalu, aku merasa badanku meriang, bersin2 dan hidung meler. Keadaan yang rasanya pernah dialami oleh hampir seluruh manusia. Padahal hari2 sebelumnya ga kenapa-napa .. baik-baik saja, makan dengan nutrisi yang cukup, minum vitamin, yoga seminggu sekali, jalan pagi rutin, juga hirup udara segar / berjemur, eh kok bisa bisanya meriang yah ?? Mencoba untuk tetap tenang, mengingat kejadian hari2 sebelumnya sambil menikmati  meriang dan bersin2nya .. Malam harinya diniatkan untuk tidur lebih awal, minta tolong keponakan untuk membalurkan punggung dengan minyak kayuputih, dan berlatih napas 478 kurang lebih 4 menit. Puji Tuhan, pagi2 bangun luar biasa bugarnya .. tidak lagi meriang dan bersin2 .. Stretching ringan di tempat tidur, kembali latihan napas 478 sejenak, lalu lanjut menyiapkan sarapan pagi untuk papa, kemudian bersiap ke kantor.   Bicara tentang sehat bagi kebanyakan orang, umumnya hanya dilihat dari olah...

Pilihlah Kehidupan Supaya Engkau Hidup, Baik Engkau Maupun Keturunanmu (Ul. 30 : 19B)

Gambar
  Pada kelas Indonesia Bernapas hari minggu yang lalu, ada seorang wanita muda (Mia) yang bertanya, “bagaimana caranya menghadapi kendala komunikasi yang kurang baik dengan orangtua (Ibunda) ?” . Lebih lanjut Mia bercerita bahwa ia pernah mengikuti kelas Self-Healing dari seorang praktisi, dan ia ingin ikut sekali lagi dengan mengajak ibunda terkasih dengan tujuan sama-sama bisa memperbaiki kembali hubungan antar mereka serta menyembuhkan trauma-trauma / luka batin masa lalu yang disebabkan oleh perkataan-perkataan buruk / kasar ibunda kepada dirinya. Sang Ibunda berusia 77 tahun, dan bulan Mei 2021 yang lalu baru menyelesaikan tahapan kemoterapi (8X) untuk kanker payudara. Sejak ayahanda meninggal tahun 2018, ibunda hijrah dari Bangka Belitung untuk tinggal bersama Mia. Sejak dulu komunikasi yang terjalin dengan ibunda kerap kali berakhir dengan pertengkaran / cekcok mulut karena sama2 mempertahankan pendapatnya masing-masing, dan merembet ke hal2 masa lalu.   Penjelasa...

Tentang Kita

Gambar
Hari Senin diakhir bulan September lalu, saat sedang makan siang ada voice call melalui whatsapp. Hanya nomor yang muncul, tidak ada nama, artinya nomor tersebut bukan dari contact phoneku.   Jujur, paling malas menerima panggilan masuk yang tidak ada nama / hanya berupa nomor, karena biasanya dari marketing2 berbagai bank yang menawarkan kartu kredit atau pinjaman2 online dengan nominal yang besar dan persyaratan yang mudah. 10 menit berselang, kembali voice call dari nomor yang sama .. alih2 langsung dijawab, kali ini fokus melihat photo profile yang terpampang saat panggilan masuk tersebut ..   Ternyata dari orang yang dikenal. “mau apa yah ?” Ragu dan gugup menjawab voice call masuk tersebut .. Hal yang cukup janggal bila dibandingkan dengan cara komunikasi kami sebelum2nya.   Berkenalan dengannya sekitar tahun 1998, saat bekerja dalam satu perusahaan yang sama di kawasan Kelapa Gading. Beda bagian, namun masih dalam divisi yang sama. Orang yang “sumeh...

Happiness Is A CHOICE, Not A Result

Kebanyakan Orang Merasa Hidupnya Baru Bahagia Apabila Memiliki Sesuatu Atau Berada Dalam Kondisi Tertentu Di Masa Depan. Padahal, Kebahagiaan Adalah Sebuah Pilihan Yang Muncul Atas Rasa Syukur Dan Kepuasan Hati Atas Kehidupan Yang Dijalani Saat Ini. Kebahagiaan Itu Letaknya Sangat Dekat Dengan Kita, Berada Saat Ini Dan Kini. Sayangnya, Kita Suka Terjebak Dalam Pemikiran Kita Sendiri. Kita Membiarkan Kondisi Atau Orang Lain Mengambil Kebahagiaan Kita Sendiri. Kira-Kira Beberapa Bulan Yang Lalu, Seorang Pencuri Telah Merampok Vihara Milik Ajahn Brahm, Dan Mengambil Semua Barang-Barang Yang Ada Di Vihara. Ajahn Brahm Berkata, ”Perampok Itu Boleh Mengambil Semua Barang Yang Ada Di Vihara, Tapi Saya Tidak Akan Mengijinkan Perampok Itu Untuk Mengambil Kebahagiaan Yang Ada Di Hati Saya.”   “When You Worry In Life, You Don’t Have The Motivation To Do Good Things In Life,” – Ajahn Brahm. “Ketika Anda Khawatir Dalam Hidup, Anda Tidak Memiliki Motivasi Untuk Melakukan Hal-Hal Baik D...