#refleksi : Yesterday Is History, Tomorrow Is Mystery, And Today Is A Gift

Hari Minggu kemarin, menyempatkan diri menemani Papah mengikuti ibadah online dari salah satu gereja di Indonesia. 

Ilustrasi yang diberikan oleh Pendeta adalah bahwa hidup manusia layaknya lembaran kertas pada sebuah buku. Sampul muka adalah saat kelahiran, dan sampul belakang adalah tanggal saat berpulang.

Setiap lembar halaman adalah kejadian yang kita alami dalam kehidupan kita setiap harinya.  

Ada buku yang tebal, yang bisa diartikan umur panjang, ada juga buku yang tipis, yang diartikan hidup kita di dunia ini pendek, hanya sebentar saja dibanding teman / saudara yang seumuran dengan kita.

Ada buku yang menarik dibaca, dimana hari-hari kehidupan penuh dengan peristiwa  / kejadian yang mengembirakan, sukacita dan ucapan syukur, tapi ada pula buku yang sama sekali tidak menarik dibaca karena hanya berisikan kekesalan, kekecewaan, ketidakpuasan, gerutuan atau caci maki.

Apa yang terjadi pada lembar halaman sebelumnya, kita tidak bisa mengubahnya, segala perkataan yang telah diucapkan, kita tak bisa kembali menariknya. Dan kita tidak akan mungkin lagi menghapus kesalahan atau mengulangi kegembiraan yang kita rasakan di hari kemarin dengan euphoria yang sama. 

Lembar halaman masa lalu telah terlewati, dan lembar halaman masa depan belum tiba. Kita pusatkan saja diri pada lembar halaman kehidupan kita di masa ini, saat ini, hari ini.  

Selama masih tersedia lembar halaman yang  putih bersih untuk kita tulis dengan cerita kehidupan yang lebih baik dari halaman sebelumnya, mari menulis dengan tinta cinta dan kasih sayang. Isi dengan kebaikan dan senantiasa bertanya serta melibatkan Tuhan agar kedepanya diri kita menjadi pribadi yang berkenan dan layak dijadikan teladan bagi sesama. 

Lepaskan ketakutan akan hari esok. Jadikan hari esok sebagai mimpi dan cita-cita yang akan kita tulis dengan pena kebijaksanaan dalam lembar halaman hidup kita di masa mendatang.

Tuhan Berkati & Sertai Kita Semua


"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci , semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" - FIL 4 : 8


Komentar

Postingan populer dari blog ini

#melawan ; Biasakan Yang Benar, Bukan Membenarkan Kebiasaan

#selfreminder : Wake Up, Work Hard, Have Fun, Be kind ... REPEAT ...

New (GOOD) Habits ; Finding Joy In Tidying Up