Mengingatkan Disaat Senang, Menenangkan Disaat Terpuruk


 “Let Us Be Grateful To The People Who Make Us Happy; They Are The Charming Gardeners Who Make Our Souls Blossom.”

– Marcel Proust


Perkenalan saya dengan beberapa ibu-ibu hebat yang kemudian menjadi teman rasa keluarga ini bermula dari kegiatan pagi saya mengantarkan 2 orang keponakan ke sekolah dasar mereka beberapa tahun yang lalu.

Dari sekedar senyum2 kecil setiap berpapasan, berlanjut say hello seadanya, sampai akhirnya dipersatukan dalam kepanitian beberapa kegiatan sekolah.

 

Awalnya sih bingung, koq yah bisa ? Padahal yang saya lakukan hanya mengantar sampai halaman sekolah, melihat mereka disambut oleh  Bapak dan Ibu Guru diteras depan, menunggu bel masuk berbunyi, baru lanjut ke kantor. Begitu seterusnya sampai salah satu keponakan lain bergabung di sekolah yang sama dengan 2 orang kakak sepupunya.

Kepanitiaan yang paling heboh adalah saat harus merangkap sebagai bendahara pada 2 perhelatan penting sekolah, yaitu Acara Graduation Kelas 6 Dan Drama Musical.

Kalau acara Graduation Kelas 6 sudah rutin tiap tahun dilakukan, dan inti dari tugas panitia yang terbentuk adalah bagaimana mengemas acara ini agar berkesan bagi anak didik yang harus melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.  

Sedangkan acara drama musical, pada saat itu baru pertama kali akan dilakukan oleh sekolah, melibatkan siswa dan guru sebagai pemain. Benar-benar membutuhkan banyak tenaga ekstra agar acara ini berjalan dengan sukses dan baik.  Yang saya ingat, jeda waktu pelaksanaan 2 acara ini sangat berdekatan, yaitu antara liburan kenaikan kelas dan Hari Raya Idul Fitri.

Hampir tiap hari meeting dan briefing, entah di sekolah atau diluar sekolah. Kadang pagi, kadang sore, menyesuaikan waktu dengan kegiatan beberapa panitia lainnya. Kadang hanya panitia inti / panitia kecil saja, tapi ada kalanya dengan panitia besar, yang artinya melibatkan guru / pihak sekolah.

Membicarakan thema acara dan ide-ide kreatif agar hasilnya baik dan bagus, beradu argumentasi, mencari sponsor, negosiasi harga dengan vendor, bahkan terkadang turun langsung ke pasar rakyat untuk mencari merchandise untuk souvenir atau hadiah, dll.

Puji Tuhan, kedua acara ini berjalan dengan sukses, everybody happy ..



Pembayaran ke vendor untuk tahap akhir beres, laporan pelaksanaan acara kepada sponsor beres, dan laporan keuangan dengan pihak sekolah / yayasan pun beres.

Kini 3 orang keponakan yang bersekolah dasar di sekolah yang sama ini sudah berlanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tapi pertemanan saya dengan ibu-ibu hebat  yang pernah bersama dalam kepanitian tetap berlanjut sampai sekarang.

Kami intens berkomunikasi dalam grup whatsapp, saling bercerita tentang keseharian, tentang anak-anak , berbagi resep kue/roti, saling support dan mendoakan, bahkan sebelum ada pandemic, secara berkala kami bertemu hanya untuk sarapan pagi bersama atau ngopi sore, atau nonton bareng, bahkan kami pernah jadi among tamu saat salah satu diantara kami menikahkan anaknya .. Kadang dengan dress code tertentu pula, dan yang tidak pernah ketinggalan adalah sesi photo photo heboh kami  yang selalu membuat memory card di handphone penuh..  

Mereka tidak pernah menanyakan atau menyinggung kesendirian saya, mereka juga tidak pernah mencampuri urusan pribadi satu sama lain, di grup whatsapp kami pun tidak pernah membicarakan mengenai SARA, atau mem-foward berita2 yang membawa ketakutan atau kecemasan bagi sesama kami yang berkaitan dengan pandemic Covid 19.



Untuk seorang yang introvert seperti saya, bertemu dan berteman dengan ibu-ibu hebat ini adalah berkat yang luar biasa. Tidak dengan sembarang orang saya bisa ngobrol atau berbagi cerita, tapi dengan ibu-ibu hebat ini, yang kemudian kami saling membahasakan diri dengan sebutan “kakak”, padahal umur kami sepantaran, saya merasa jatuh cinta dan nyaman untuk ngobrol dan berbagi cerita.

Buat saya pribadi, ketulusan dalam pertemanan akan membuat pertemanan tersebut terjalin dengan baik dan lama. Tulus mendengarkan cerita, tulus memberi solusi, tulus memberi tumpangan, tulus memberikan pendapat yang jujur demi kebaikan, dan konon katanya, ketulusan seorang teman dalam suatu jaringan pertemanan bisa membuat usia orang tersebut lebih panjang, hidupnya lebih damai, dan hatinya tak pernah sepi ataupun sunyi.

I Love You Kakak-Kakak Kesayangan

Sehat, Selamat, Sejahtera & Bahagia Untuk Kita Semua Yahh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#melawan ; Biasakan Yang Benar, Bukan Membenarkan Kebiasaan

#selfreminder : Wake Up, Work Hard, Have Fun, Be kind ... REPEAT ...

New (GOOD) Habits ; Finding Joy In Tidying Up